August 30, 2025

Wisata Religi NTB dan Perjalanan Spiritual

4 min read

Bicara tentang Nusa Tenggara Barat, pikiran saya langsung terbang pada keindahan alamnya: pantai dengan pasir putih lembut, laut biru yang jernih, dan gunung Rinjani yang megah. Tapi ada sisi lain dari NTB yang sering kali terlewatkan, yaitu wisata religinya. Banyak orang mungkin mengenal NTB sebagai destinasi wisata alam, padahal daerah ini juga kaya dengan tradisi keagamaan, sejarah Islam, dan perjalanan spiritual yang begitu kental dalam kehidupan masyarakatnya.

Saya sendiri pernah merasakan bagaimana hangatnya suasana religi di NTB, terutama ketika berkunjung ke Lombok. Hampir di setiap sudut desa, ada masjid yang berdiri megah. Adzan terdengar bersahutan, suasana malam terasa tenang, dan masyarakatnya begitu ramah dalam menyambut pendatang. Dari situ saya merasa, NTB bukan sekadar tempat untuk jalan-jalan, tapi juga tempat untuk menyelami nilai spiritual yang dalam.

Lombok, Pulau Seribu Masjid

Julukan Pulau Seribu Masjid untuk Lombok memang bukan sekadar nama. Setiap perjalanan ke pelosok desa, mata saya sering kali menangkap bangunan masjid yang berdiri di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Ada masjid bersejarah seperti Masjid Bayan Beleq yang menjadi saksi awal masuknya Islam di Lombok, hingga masjid-masjid modern dengan arsitektur megah yang kini jadi ikon baru.

Saya masih ingat kunjungan ke Masjid Raya Hubbul Wathan di Mataram. Dari luar, bangunannya tampak sangat indah dengan kubah besar dan menara menjulang. Begitu masuk, suasananya terasa damai. Jamaah dari berbagai daerah datang untuk beribadah, bahkan ada wisatawan yang sekadar ingin melihat kemegahannya. Bagi saya, masjid ini bukan hanya tempat salat, tapi juga simbol kuatnya identitas Islam di Lombok.

Tradisi Keagamaan yang Hidup

NTB juga dikenal dengan tradisi-tradisi keagamaannya. Salah satunya adalah perayaan Maulid Nabi yang diadakan hampir di setiap desa. Saya pernah berkesempatan ikut menghadiri maulid di Lombok Tengah. Waktu itu, masyarakat berbondong-bondong membawa dulang berisi makanan khas, lalu dikumpulkan di masjid. Suasananya penuh keakraban. Semua orang saling berbagi, saling mendoakan, dan merayakan kelahiran Nabi dengan penuh suka cita.

Ada juga tradisi Lebaran Topat, sebuah perayaan yang unik di Lombok. Biasanya diadakan seminggu setelah Idul Fitri, di mana masyarakat berkumpul di pinggir pantai untuk makan ketupat bersama. Dari acara ini, saya bisa merasakan bagaimana agama, budaya, dan kebersamaan melebur jadi satu.

Sumbawa dan Jejak Religi yang Kuat

Kalau Lombok terkenal dengan seribu masjidnya, Sumbawa juga punya daya tarik religi tersendiri. Banyak pesantren yang tumbuh di sana, menjadi pusat pendidikan Islam bagi generasi muda. Saya pernah mengunjungi salah satu pesantren di Sumbawa Barat, dan suasananya begitu sederhana tapi penuh semangat. Anak-anak mengaji dengan suara lantang, guru-guru membimbing dengan penuh kesabaran, dan suasana spiritual begitu terasa di setiap sudut.

Selain itu, di Sumbawa juga ada banyak makam ulama yang sering diziarahi masyarakat. Saya sempat ikut rombongan ziarah ke salah satu makam ulama besar. Perjalanannya tidak hanya sekadar datang dan berdoa, tapi juga mengenang perjuangan para tokoh agama yang menyebarkan Islam di NTB. Dari situ saya belajar bahwa wisata religi tidak selalu tentang melihat bangunan megah, tapi juga tentang mengenang sejarah dan mengambil hikmah.

Wisata Religi dan Umroh

Yang menarik, semangat religi di NTB ini juga berkaitan erat dengan keinginan masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci. Banyak orang di Lombok maupun Sumbawa yang sejak muda sudah menabung sedikit demi sedikit demi bisa melaksanakan umroh atau haji. Bahkan, sering saya dengar cerita orang tua yang berkata, “Saya tidak ingin meninggal sebelum melihat Ka’bah dengan mata kepala sendiri.”

Semangat itu membuat jamaah umroh dari NTB terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari kalangan orang tua, tapi juga anak muda yang ingin merasakan pengalaman spiritual lebih awal. Di sinilah pentingnya hadir penyelenggara perjalanan umroh yang bisa dipercaya, yang benar-benar memahami kebutuhan jamaah dari NTB.

Salah satu yang menjadi pilihan banyak orang adalah umroh NTB bersama Fitour International. Dengan pengalaman panjang, Fitour mampu memberikan rasa aman bagi jamaah, mulai dari keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga kepulangan. Bagi saya pribadi, kehadiran pendamping atau mutawif sangat penting. Mereka membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tenang, terutama bagi yang baru pertama kali ke Tanah Suci.

Cerita Jamaah dari NTB

Saya pernah berbincang dengan seorang ibu asal Bima yang baru pulang dari umroh. Wajahnya berseri-seri ketika bercerita tentang pengalaman pertamanya melihat Ka’bah. Katanya, rasa lelah perjalanan langsung hilang ketika pandangan pertamanya jatuh ke arah rumah Allah. Air matanya mengalir deras, doa-doa yang ia simpan selama bertahun-tahun langsung ia panjatkan. Mendengar kisahnya, saya ikut merinding.

Ada juga seorang bapak dari Lombok Timur yang menceritakan betapa nyamannya ia berangkat bersama rombongan. Katanya, selain ibadahnya lancar, perjalanan terasa menyenangkan karena bisa bersama jamaah dari daerah yang sama. Dari cerita-cerita itu, saya semakin yakin bahwa umroh bukan hanya soal perjalanan spiritual pribadi, tapi juga tentang kebersamaan dan dukungan sesama jamaah.

Spiritualitas dan Kebanggaan Daerah

Wisata religi di NTB bukan hanya tentang bangunan masjid atau tradisi keagamaan, tapi juga tentang kebanggaan masyarakat akan identitasnya. Mereka bangga menjadi bagian dari daerah yang religius, yang menjaga tradisi Islam dengan kuat, dan yang selalu bersemangat menuju Tanah Suci.

Saya sering melihat rombongan jamaah umroh dari NTB yang dilepas dengan penuh doa dan air mata. Keluarga, tetangga, bahkan masyarakat sekitar ikut mendoakan. Ada suasana haru yang tidak bisa saya lupakan setiap kali menyaksikan momen itu.

Semua ini menunjukkan bahwa wisata religi NTB tidak berhenti di dalam daerah, tapi juga meluas hingga ke Tanah Suci. Dari masjid-masjid di pelosok desa, dari tradisi lokal yang penuh makna, hingga langkah kaki jamaah yang akhirnya sampai di Mekkah dan Madinah. Semua itu bagian dari perjalanan spiritual yang panjang.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.